Profil Kabupaten Probolinggo
Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu daerah yang terletak di wilayah Tapal Kuda atau Oasthoek. Kabupaten ini di kelilingi oleh pegunungan Bromo-Tengger, Gunung Lemongan dan gunung Argopuro.
Terletak di pesisir utara Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo berada pada posisi 112*50’-113*30’ Bujur Timur (BT) dan 7*40’-8*10’ Lintang Selatan (LS) dengan luas wilayah sekitar 169.616,65 Ha atau 1696,17 km2 dengan perincian sebagai berikut:
Pemukiman: 147,74 Km2
Persawahan: 373,13 Km2
Tegal: 513,80 Km2
Tambak / Kolam: 13,99 Km2
Pulau Gili Ketapang: 0,6 Km2
Lain-lain: 188,24 Km2
Dari ketinggian, Kab. Probolinggo berada pada 0-2500 m di atas permukaan laut dengan temperatur rata-rata 27-30 derajat celcius.
Topografi
Secara topografi Kabupaten Probolinggo memiliki ciri fisik yang menggambarkan kondisi geografis, terdiri dari dataran rendah pada bagian utara, lereng-lereng gunung pada bagian tengah dan dataran tinggi pada bagian selatan dengan tingkat kesuburan dan pola penggunaan tanah yang berbeda.
Bentuk permukaan daratan diklasifikasikan atas 3 jenis, yaitu:
- Dataran rendah dan tanah pesisir dengan ketinggian 0-100 M di atas permukaan air laut. Daerah ini membentang sepanjang pantai utara dari Barat ke arah Timur kemudian membujur ke Selatan.
- Daerah perbukitan dengan ketinggian 100-1000 M di atas permukaan laut. Daerah ini terletak di wilayah bagian tengah sepanjang kaki pegunungan Bromo-Tengger, serta pada bagian utara dan selatan sisi bagian Timur sekitar Lemongan dan gunung Argopuro.
- Daerah pegunungan dengan ketinggian di atas 1000 M dari permukaan laut. Wilayah ini terletak di sebelah Barat Daya yaitu sekitar daerah Bromo-Tengger, sebelah selatan yaitu sekitar pegunungan Lemongan dan di sebelah Tenggara yaitu sekitar pegunungan Argopuro.
Iklim
Suhu udara wilayah Kab. Probolinggo bervariasi berdasarkan tingkat ketinggian muka lahan, semakin tinggi suatu muka lahan semakin rendah pula rata-rata suhu udaranya. Tetapi pada umumnya suhu udara di wilayah Kabupaten Probolinggo berkisar antar 18-34 derajat celcius dengan tingkat kelembapan bervariasi antara 71% hingga 83%.
Kab. Probolinggo beriklim tropis basah dan kering dengan dua musim; kemarau dan penghujan. Musim kemarau di daerah ini biasanya berlangsung pada periode Mei-Oktober dengan bulan terkering adalah Agustus. Sedangkan musim hujan berlangsung pada masa November-April dan bulan terbasah adalah Januari hingga curah hujan bulanannya mencapai 260mm perbulan.
Penduduk Kabupaten Probolinggo
Jumlah penduduk Kab. Probolinggo pada tahun 2025 tercatat mencapai 1,19 juta jiwa, tepatnya 1.193.270 dengan rincian Laki-Laki: 588.820 dan perempuan: 604.450 menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Probolinggo.
Kab Probolinggo memiliki 24 Kecamatan, 325 Desan dan 5 Kelurahan.
Tata Ruang
Berdasarkan kebijakan Rencana Tata Ruang wilayah perlu diupayakan sistem pengelolaan penyelenggaraan pembangunan yang efisien dan efektif. Salah satu yang dapat dijadikan pegangan dalam mewujudkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah adalah mencapai keseimbangan laju pertumbuhan dan perkembangan antar wilayah, pemerataan hasil pembangunan serta kelestarian lingkungan hidup.
Kebijakan perwilayahan pembangunan di Kabupaten Probolinggo dibagi menjadi 2 hierarki pusat pelayanan yang ada di wilayah Kabupaten, adalah sebagai berikut:
Hierarki I: Ibukota Kab. Probolinggo adalah Kota Kraksaan, yang merupakan pusat wilayah pembangunan I. Adapun wilayah yang termasuk dalam pembangunan ini adalah Kecamatan Kraksaan, Kecamatan Pajarakan, Kecamatan Krejengan dan Kecamatan Besuk.
Fungsi pengembangan utama sebagai pemerintahan, perkotaan, pendidikan, perikanan dan jasa.
Hierarki II: adalah kota-kota lainnya yang menjadi pusat wilayah pembangunan II sampai wilayah pembangunan VI, yaitu:
- Kota Paiton: merupakan wilayah pembangunan II. Wilayah kecamatan yang termasuk dalam pengembangan II adalah kecamatan Paiton, kecamatan Kotaanyar dan kecamatan Pakuniran.
Fungsi utama pengembangan sebagai kawasan industri, sumber energi dan perikanan.
- Kota Gading: wilayah pembangunan III, wilayah kecamatan yang masuk dalam pengambangan III adalah kecamatan Gading, kecamatan Krucil dan kecamatan Tiris.
Fungsi pengembangan utama sebagai pusat pengembangan agropolitan, agrowisata dan kawasan lindung.
- Kota Leces: wilayah pembangunan IV. Wilayah kecamatan yang termasuk dalam pebangunan ini adalah kecamatan leces, kecamatan Dringu, kecamatan Gending, kecamatan Maron, kecamatan Banyuanyar dan Kecamatan Tegalsiwalan.
Fungsi pengembangan utamanya adalah penyangga perkotaan, industri dan perikanan.
- Kota Wonomerto: merupakan wilayah pembangunan V. Daerah yang termasuk dalam pembangunan V ini adalah kecamatan Wonomerto, kecamatan Sumberasih, kecamatan Bantaran, kecamatan Kuripan dan kecamatan Sumber.
Fungsi pengembangan V, utamanya adalah pusat pengembangan kawasab pertambangan, perikanan dan pariwisata.
- Kota Tongas: merupakan wilayah pembangunan VI. Wilayah yang masuk dalam pembangunan VI adalah kecamatan Lumbang, kecamatan Sukapura dan kecamatan Tongas.
Fungsi pengembangan utamanya adalah kawasan agropoltan, pariwisata dan industri.
Mata Pencaharian Penduduk
Kabupaten Probolinggo memiliki sumber daya alam berupa tembakau, mangga, anggur, semangka, gula, pohon jati, udang, pasir, emas, tembaga, bijih besi, belerang/sulfur, dan ikan laut.
Selain buah-buahan, sayur-sayuran dan hasil perkebunan-pertanian lainnya, Kab Probolinggo juga diselimuti objek wisata, di antaranya gunung Bromo, air terjun Madakaripura, pulau Gili Ketapang dengan taman lautnya, pantai bukit Bentar, Ranu Segaran dan sumber mata air hangat desa Tiris serta candi Jabung.
Persentase mata pencaharian penduduk Kabupaten Probolinggo:
Petani: 46,2%
Buruh Tani: 37,0%
Nelayan: 0,80%
Petani Tambak: 2,0%
Pedagang dan Pengusaha: 6,5%
Buruh Industri/bangunan/pertambangan: 2,7%
PNS / ABRI: 2,2%
Pengrajin: 0,4%
Pensiun: 0,6%
Lain-lain: 1,6%.
sumber:
- Badan Pusat Statistik Kabupaten Probolinggo
- https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kabupaten_Probolinggo
