Potensi Ekonomi Kabupaten Probolinggo
6 mins read

Potensi Ekonomi Kabupaten Probolinggo

Dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI) ekonomi lebih ditarik ke sisi keilmuan sehingga dalam definisinya menjelaskan bahwa ekonomi: ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti keuangan, perindustrian dan perdagangan). (kbbi.web.id)

Secara umum ekonomi merupakan aktivitas yang mencakup produksi, distribusi dan perdagangan, serta konsumsi atas barang dan jasa. Dalam ekonomi, ada tiga unsur: konsumen, distributor dan produsen, dengan tiga kegiatan; produksi, distribusi dan konsumsi.

Adapun perekonomian adalah sistem kompleks konsumen, bisnis, dan pemerintahan yang memproduksi, mengonsumsi, dan mendistribusikan barang dan jasa, yang bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan mereka yang hidup dan beroperasi di dalamnya. (investopedia.com)

Dilihat dari 3 definisi di atas, kita bisa memahami bahwa potensi ekonomi bukan hanya terkait dengan sumber daya manusia, baik dilihat sebagai produsen maupun distributor, ataupun sumber daya alam, sebagai bahan produksi. Tetapi di sana juga ada faktor konsumsi dan jasa. Dengan kata lain, konsumen akan menjadi pusat perhatian para pegiat ekonomi untuk mencari celah dalam telaah potensi ekonomi satu wilayah.

Secara umum, analisis tentang potensi ekonomi wilayah Indonesia hanya terbagikan menjadi wilayah dataran tinggi, rendah dan perairan. Mayoritas analisis fokus pada dataran rendah dan hanya sedikit memperhatikan pengamatan dataran tinggi bahkan tanpa menyebut dataran sedang. Hal ini dikarenakan dataran rendah memiliki potensi ekonomi yang lebih besar karena pembangunan yang lebih mudah dan murah dibandingkan dengan dua dataran lainnya. Sehingga banyak aktivitas ekonomi yang berpusat di dataran rendah, infrastruktur dan transportasi penunjang konektivitas pula dibangun relatif cepat. Namun demikian potensi yang dimiliki dataran sedang dan tinggi tak kalah menariknya dengan dataran rendah.

Ekonomi daerah pantai maupun perairan juga menarik untuk dikupas, melihat banyaknya wilayah kepulauan di indonesia yang dikelilingi 70% laut, menunjukkan potensi maritim wilayah negeri Zamrud.

Kabupaten Probolinggo memiliki empat daerah ini secara keseluruhan, sebagaimana yang dikupas dalam profil Kabupaten Probolinggo sebelumnya. Adapun jumlah penduduk Kab. Probolinggo pada tahun 2025 tercatat mencapai 1,19 juta jiwa, tepatnya 1.193.270 dengan rincian Laki-Laki: 588.820 dan perempuan: 604.450 menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Probolinggo

baca juga: Profil Kabupaten Probolinggo

Potensi Ekonomi Dataran Rendah

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.33/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2016 tentang Pedoman Penyusunan Aksi Adaptasi Perubahan Iklim, dataran dibagi menjadi dataran rendah (0-400m dpl), sedang (400-700m dpl) dan tinggi (di atas 700m dpl).

Dalam analisis, yang disebut dataran rendah di sini adalah 0-200m dpl (meter di atas permukaan laut). Secara keseluruhan dataran rendah di Indonesia memiliki curah hujan bervariasi sehingga cocok untuk pertanian seperti padi, jagung, bahkan tembakau yang ramai di daerah iklim panas, seperti Kraksaan ke timur dan lainnya.

Banyak dari dataran rendah yang dijadikan pemukiman sehingga jumlah penduduk terus meningkat. Peningkatan inilah yang menumbuhkan ekonomi secara pesat, ditambah fokus berlebih dari investor dan bisnisman telah menjadikan dataran rendah sebagai pusat ekonomi yang kemudian menuntut pemerintah untuk menyediakan transportasi memadai serta membangun saran prasarana dan infrastruktur demi kemudahan, sehingga pembangunan di dataran rendah lebih meningkat dibanding dataran tinggi serta perairan.

Dengan demikian maka potensi ekonomi dataran rendah tidak hanya dikarenakan potensi geografis daerah, namun juga difaktorkan oleh kuantitas penduduk alias konsumen. Kemudahan transisi serta kebutuhan meningkat dalam jasa, pembangunan, perkantoran, perindustrian, karyawan, hiburan dan lainnya telah memudahkan pelaku ekonomi untuk mengorek potensi wilayah dataran rendah. Daerah ini di Kabupaten Probolinggo ada di sepanjang jalur Pantura.

Potensi Ekonomi Dataran Tinggi

Namun apa sisi pendukung potensi ekonomi dataran rendah? Pertanyaan inilah yang membuat dataran tinggi (yaitu di atas 200 m dpl) harus dilirik sebagai wilayah ekonomi pendukung.

Semakin padat jumlah penduduk, maka semakin sempit lahan untuk pertanian, perkebunan dan lain sebagainya. Untuk menutupi kelemahan dataran rendah yang terus didorong untuk pembangunan fisik industri, perumahan, transportasi serta saran prasarana lainnya, maka dataran tinggi harus menjadi solusi tuntutan bahan pangan dan bahan mentah lainnya yang merupakan kebutuhan pokok tenaga industri serta manusia. Eksploitasi hutan dan pengerukan daerah perbukitan merupakan upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan dataran rendah yang semakin terbungkam untuk menjawab hal ini.

Secara teoritis dataran tinggi merupakan wilayah geografis yang cocok untuk pertanian, peternakan dan perkebunan, karena cuaca yang relatif dingin, curah hujan yang lumayan tinggi serta hawanya yang sejuk.

Namun melihat kebutuhan wilayah pantai serta padat penduduk perkotaan dan industri yang semakin kompleks karena gaya hidup ataupun yang lainnya, dataran tinggi haruslah tetap pada kesederhanaannya sebagai pemasok kebutuhan pokok, solutor psikologis kota, termasuk jalan pelampiasan hobi dan penghilang penat seperti wisata,  pendakian dan lainnya, yang terlihat jelas di wilayah kecamatan Tiris dan Krucil.

Kec. Tiris, Krucil dan Gading merupakan wilayah pembangunan III Kab. Probolinggo, yang berfungsi sebagai pusat pengembangan agropolitan, agrowisata dan kawasan lindung.

Melihat dataran rendah yang semakin kritis, maka dataran tinggi memiliki potensi ekonomi yang bernilai setara dalam upaya pengembangan ekonomi merata. Sederhana tanpa menolak pembangunan, dataran tinggi akan menjadi aktor utama untuk menjaga keselarasan pengembangan suatu wilayah tanpa menggugah keharmonisan sosial pelosok, kota dan desa.

Tata Ruang Kabupaten Probolinggo telah mengklasifikasikan pembangunan sesuai daerahnya masing-masing. Kec. Banyuanyar, Leces, Tegalsiwalan dan beberapa Kecamatan lainnya dijadikan sebagai pendukung ekonomi kota, yang fungsi pengembangan utama wilayah ini adalah penyangga perkotaan, industri dan perikanan.

Potensi Ekonomi Wilayah Perairan

Istilah tol laut pernah eksis di satu periode pemerintahan Indonesia. Satu kata bukti fokus pelaku ekonomi dalam melihat potensi wilayah perairan. Dan di bulan Desember 2025, pemerintah kota Probolinggo membuka transportasi Probolinggo-Madura dengan memanfaatkan perairan selat Madura.

Kekayaan ikan laut, tambak dan terumbu karang bisa digunakan untuk destinasi wisata-pendidikan alam yang mampu menjulang ekonomi daerah.

Jadi wilayah Kabupaten Probolinggo yang memiliki 3 wilayah dataran rendah, tinggi dan perairan memiliki potensi ekonomi di atas. Dengan menelaah kembali profil Kabupaten Probolinggo yang sebelumnya sudah diangkat, akan jelas pula daerah mana saja yang memiliki potensi ekonomi besar.

Sumber:

  1. Kamus KBBI, kbbi.web.id
  2. investopedia.com
  3. probolinggokab.bps.go.id

PEKABPRO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *